Di Dalam JIWA yang SAKTI Terdapat JIWA yang SAKIT oleh Jef MD - Jurnal Aktual

Di Dalam JIWA yang SAKTI Terdapat JIWA yang SAKIT oleh Jef MD

SuraBaya-JAN. Di ERA yang semakin CANGGIH namun tak GIGIH yang DITUNJANG pula oleh Teknologi Digital membuat semuanya dapat KEINGINAN nan KEBUTUHAN mudah DIAKSES ternyata masih banyak juga mereka yang masih TERJEBAK dalam DUNIA lain dalam PERKELENIKAN alias TAKHAYUL dan ini NYATA tapi ANEH.

SUPERTITION atau PERCAYA pada TAKHAYUL bagi PENGANUTNYA (BELIVER) dan sejenisnya pada akhirnya bermunculan kasus-kasus KRIMINAL dengan MODUS (Modal Dusta) KEPARANORMALAN dan siapa yang harus DISALAHAKAN adalah Sang ParaNormal atau Sang Pasien yang datang karena TERTIPU Daya oleh IKLAN dari ANTEK Perantara Sang ParaNormal Activity.

Siapa yang DITIPU dan Siapa yang MENTIPU di Dunia ParaNormal itu. Begini PENJELASANNYA. Kalau kita dapat BERFIKIR Jernih dan LOGIK, coba saja perhatikan dengan jelas, apakah seseorang yang dianggap SAKTI itu BENAR Sejati SAKTI atau sebaliknya SAKIT Sejati Jiwanya. Beda TIPIS jika DIRABA secara SEPINTAS. Sama halnya dengan antara mencari ILMU Kesaktian dan akhirnya malah memperoleh ILMU Kesakitan yakni malahan mengalami Gangguan Kejiwaan.

Mari kita lihat beberapa DEKADE terakhir ini, sejumlah orang yang didiagnosis Gangguan Jiwa menitngkat PESAT. Variasinya mulai dari gangguan depresi, gangguan kecemasan, mental, stress, burnout, agitasi, skizofrenia dan masih banyak lainnya. Organisasi KESEHATAN Dunia (WHO) bahkan melaporkan bahwa 1 dari 4 orang berisiko mengidap penyakit Gangguan Jiwa.

Masyarakat rata–rata banyak menganggap bahwa orang yang MENGIDAP Gangguan Jiwa atau Gangguan Mental secara emosional hanyalah orang “GILA” dan faktanya, orang yang mengalami Gangguan Jowa tidak semuanya dapat disebut “GILA” secara MEDIS.

Secara Medis mungkin yang disebut “GILA” oleh masyarakat adalah orang-orang yang mengalami Gangguan Psikotik dan Gangguan Psikotik adalah keadaan seseorang atau PENDERITA ini tidak dapat membedakan Dunia Nyata dan Dunia Khayalan atau bila pikiran mengalami Distorsi Berat sehingga Pengendalian Diri menjadi TERGANGGU.

Nab sekarang Gangguan Jiwa disebabkan karena Kepribadian yang Lemah adalaha salah SATU Gangguan Jiwa yang paling sering dijumpai adalah penderita gangguan jiwa dan dianggap sebagai orang dengan kepribadian lemah yang tidak mampu menghadapi masalah.

Realitanya, berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa penyakit jiwa dapat terjadi karena pengaruh kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor biologi seperti misalnya aktivitas sel dan kimia alami dalam otak, faktor psikologi seperti trauma emosional, maupun faktor tekanan sosial, budaya dan spiritual.

Pengidap Gangguan Jiwa tidak selalu LEMAH secara MENTAL, sama seperti orang dengan penyakit fisik semacam diabetes atau tekanan darah tinggi misalnya yang tidak selalu terlihat lemah secara fisik umumnya pada masa kanak kanak, masalah dalam keluarga, sekolah, penggunaan GADGET yang OVERLOAD maupun pergaulan juga sering menjadi sebab atau mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa pada anak atau remaja juga KESEDIHAN yang merupakan REAKSI Normal saar kita mengalami kegagalan maupun kehilangan dalam hidup.

Terkadang juga disertai reaksi “DERPRESI”, namun kesedihan atau reaksi “depresi” berbeda dengan gangguan depresi oleh karena umumnya masih dapat diatasi oleh yang bersangkutan atau hanya dengan konseling. Depresi sebagai penyakit ditandai terutama oleh kondisi suasana hati atau mood  yang tidak nyaman dalam jangka waktu panjang, kumat-kumatan, tidak mesti ada penyebab sebagai pemicu, dan disertai beberapa gejala lain yang bervariasi, dalam derajat ringan sampai berat.

Penderita gangguan DEPRESI sulit merasa SENANG atau BERSEMANGAT terhadap hal-hal yang biasanya disukai. ucapan seperti, “Jangan Depresi Terus Dong, KELUAR Yuk Bersenang-senang,” kepada penderitanya berisiko membuat depresi jadi semakin berat. Depresi bukan pilihan mereka dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan UPAYA nan PAYAH untuk bersenang-senang saja sebenarnya sejatinya.

Hal ini adalah Gangguan KEJIWAAN yang kalau tidak segera DISADARI dan DIOBATI, maka sangat mudah sekali TERSERET pada hal hal yang bernuansa MISTIS tempat lokasi KERAMAT pada pohon rindang dan lain lain akan dijadikan sarana konon BERTAPA mencari KETENANGAN atau ILMU Kesaktian.

WALHasil itu semua sebenarnya hanya PELARIAN saja karena mengalami Gangguan Sakit Jiwa dalam Jiwa Sakti dan endingnya orang SAKIT macak SAKTI atau yang lebih DIKENAL Wong SAKIT Macak WARAS yang sejatinya mereka ini KONON Katamya PANTAS disebut Di Dalam JIWA yang SAKTI terdapat JIWA yang SAKIT. Jef MD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *