Malang dan SEKITARNYA Lumpuh TOTAL, Aremania GELAR Aksi Unjuk Rasa TUNTUT Keadilan Lantaran POLRI Lamban TANGANI Tragedi KANJURUHAN - Jurnal Aktual

Malang dan SEKITARNYA Lumpuh TOTAL, Aremania GELAR Aksi Unjuk Rasa TUNTUT Keadilan Lantaran POLRI Lamban TANGANI Tragedi KANJURUHAN

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Malang-JAN. Ratusan Aremania kembali menggelar AKSI Unjuk RASA besar-besaran menuntut KEADILAN terkait Tragedi Kanjuruhan. Aksi itu DIGELAR dengan menutup 30 titik Jalan Protokol NASIONAL maupun jalan antar PROVINSI dan PINTU Keluat TOL SingoSari Malang, Jawa Timur. Aksi Aremania ini menyebabkan arus lalu lintas di Malang Raya, termasuk Kabupaten dan Kota Malang serta Kota Batu LUMPUH Total.

Aksi ini merupakan GERAKAN Perlawanan Aremania kepada aparat kepolisian dan pemerintah yang dinilai belum memenuhi Rasa KEADILAN terhadap 135 korban meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka hingga CACAT Permanen akibat terkena tembakan gas air mata anggota kepolisian usai pertandingan Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022) lalu.

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Mereka KECEWA Pengusutan Tragedi Kanjuruhan yang dilakukan oleh Mabes POLRI maupun Polda Jatim belum MEMPUASKAN. Pengusutan itu mereka anggap mengalami KELAMBANAN. Perwakilan Aremania yang tidak INGIN Disebutkan namanya mengatakan “Aremania SENGAJA melakukan AKSI ini dengan menutup jalan untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pengguna jalan bahwa telah terjadi ketidakadilan di Malang Raya atas Tragedi Kanjuruhan, “jelasnya.

“Tujuan aksi ini untuk MELAWAN Ketidakadilan yang diikuti sejumlah korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Mereka membawa spanduk dan poster tuntutan serta membacakan TAHLIL dan TAHMIDOA bagi para korban serta mereka juga menutup jalan dengan NONGKRONG di tengah jalan, “ucapnya saat ditanya awak media di Pintu Keluar Tol Singosari, Karanglo Malang Kota, “tambahnya.

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Tampak salah satu pengunjuk rasa yakni ORTU Korban Tragedi Kanjuruhan menuntut keadilan kepada Kapolri Jenderal Listyo SIGIT Prabowo terkait tragedi yang menewaskan anaknya. “Saya meminta kepada Bapak Kapolri, Kapolda, Kapolsek, untuk mengusut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, “pinta seorang ayah ini.

Aksi massa ini dilakukan di jalur antar nasional ini merupakan jalur strategis menuiu Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Blitar. Aksi Aremania ini menyebabkan arus lalu lintas di Kabupaten dan Kota Malang lumpuh total karena menyebabkan kemacetan panjang hingga belasan kilometer.

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Aksi Aremania ini sempat diwarnai KERICUHAN saat petugas Satlantas Polres Malang dan petugas TNI AD meminta izin kepada pemimpin aksi agar memberikan jalan khusus untuk truk dan rombongan bus TNI AD. Dalam aksinya mereka MENGANCAM akan terus menutup jalan jika tidak ada pernyataan dari Kapolri. “Jalan akan kami buka jika ada pernyataan resmi dari Kapolri sekarang juga, “ujar mereka.

Selain di Pintu Keluar Tol Singosari, gerakan Aremania turun ke jalan ini juga dilakukan di sepanjang Jalan Ijen, bundaran Jalan Bengawan Solo, dan Terminal Gadang Kota Malang. Aksi serupa juga digelar di Kabupaten Malang yakni di Kepanjen, akses jalan provinsi menuju Blitar dan TulungAgung.

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 135 orang meninggal dunia dan ratusan suporter mengalami luka-luka hingga menyebabkan sejumlah orang mengalami CACAT Permanen. Tragedi yang DISEBABKAN Tembakan Gas AIR Mata oleh anggota kepolisian setelah pertandingan Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022).

Aksi AREMANIA ini menyebabkan arus lalu lintas di Malang Raya baik Arus Jalan Kabupaten dan Kota Malang juga Kota Batu LUMPUH Total walau di Hari Minggu, 04/12/22. “Sekali kami Aremania akan terus berlanjut setiap pekan sampai para korban mendapat keadilan dari pihak- pihak yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan, “tegas mereka. pras

πŸ‘†KLIK gambar untuk LIHAT videoπŸ‘†

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *